Monday, 18 May 2015

Budidaya Jahe Merah Dengan Media Polybag


Pembudidayaan jahe merah dapat dilakukan dengan dua cara, cara yang paling disarankan dan paling praktis untuk lahan yang tidak terlalu luas adalah dengan menggunakan media polybag. Tetapi jika anda menginginkan pembudidayaan dengan polybag,meski memiliki lahan yang cukup luas itu jauh lebih bagus. Penggunaan polybag itu sendiri malah memiliki beberapa kelebihan, yang paling penting adalah terbebas dari tanaman pengganggu yang tumbuh disekitar jahe merah, jika tidak rajin dalam perawatannya dan dibiarkan tumbuh subur, tanaman ini dapat menyerap nutrisi dan kandungan unsur hara yang hanya dibutuhkan jahe merah. Otomatis pertumbuhan jahe merah menjadi terganggu. Dengan menggunakan polybag tanaman pengganggu tidak mudah tumbuh disekitar tanaman jahe dibanding dengan pembudidayaan pada tanah lapang. Selain itu akan lebih mudah juga dalam melakukan penyiangan, yaitu proses mencabut rumput rumput pengganggu yang tumbuh di dalam polybag.

Lantas,bagaimana cara pembudidayaan jahe merah dengan media polybag?

1. Pemilihan Polybag
      Bukan sembarang polybag bisa untuk penanaman jahe merah. Diperlukan polybag dengan ukuran yang ideal, Polybag yang ideal untuk media tanam adalah yang berukuran minimal panjang 60 cm dan lebar 30-60 cm, polybag dengan ukuran ini memberi keleluasaan untuk tumbuhnya rumping jahe selama masa panen. Agar berkembang dengn baik dan memiliki hasil panen yang lebih maksimal.

2. Media Tanam
      Jahe merah tumbuh subur pada tanah yang mengandung humus. Ciri-ciri tanah yang mengandung humus adalah berwarna coklat kehitaman dengan struktur tanah yang tidak menggumpal, mudah menyerap air, hingga tanah mudah basah.
Di Indonesia sendiri tanah ini banyak dijumpai pada daerah yang berdekatan dengan gunung yang masih aktif,atau perbukitan. Tanah liat,berpasir dan tanah kering berwarna kuning kurang baik untuk media tanam.

3. Pupuk
      Didalam ilmu pertanian, pupuk adalah hal yang paling penting untuk pertumbuhan tanaman menjadi maksimal. Ini berguna untuk menambah nutrisi dan kandungan unsur hara yang ada pada tanah tersebut. Pupuk yang baik adalah pupuk kandang. Pupuk kandang yang telah mengalami vermentasi sekian lama jauh lebih baik untuk tanaman. Hindari pupuk kandang yang masih dalam bentuk kotoran hewan. Ini akan menyebabkan tanaman terbakar karena zat yang masih belum terurai didalamnya. Pupuk kandang bisa diperoleh dari vermentasi kotoran sapi,ayam dan hewan ternak lainnya.

4. Sekam dan obat organik
      Bahan tambahan ini bisa anda berikan juga untuk menunjang suburnya pertumbuhan jahe merah. Sekam adalah kulit luar padi yang berfungsi untuk pupuk juga memperlancar sirkulasi udara dalam tanah. Selain itu sekam juga dapat menggemburkan tanah sehingga akar lebih mudah dalam penyerapan unsur hara tanah.
Penggunaan obat organik sendiri diperlukan dalam volume kecil,jika hanya diperlukan dan kandungan unsur hara dalam tanah kurang memenuhi untuk tumbuhnya jahe merah. Bagaimana langkah-langkah pengisian polybag dan berapa takaran dan campuran antara tanah,pupuk dan obat organik yang tepat dan benar? Silakan kunjungi artikel selanjutnya.

Friday, 8 May 2015

Kandungan Zat - Zat Pada Jahe Merah Dan Manfaatnya

Minyak Atsiri
   Bagian tumbuhan jahe merah yang sebagian besar dimanfaatkan untuk bahan baku olahan adalah pada bagian rimpangnya. Bagian ini memiliki kandungan senyawa alami yang bermanfaat bagi kesehatan jika diolah dan dikonsumsi secara benar dan teratur. Memberi efek positif bagi tubuh itu sendiri, meningkatkan stamina, menjaga kekebalan tubuh dan masih banyak manfaat lainnya. 

   Seiring berkembangnya ilmu saint, penelitian dilakukan untuk memaksimalkan zat-zat yang terkandung dalam jahe merah sebagai bahan olahan tambahan, seperti pembuatan dalam bentuk minuman extrak jahe merah, obat-obatan, campuran makanan, juga dalam bentuk permen berbahan dasar jahe merah. Masih banyak lagi pemanfaatan jahe merah dilihat dari zat-zat yang terkandung dan manfaatnya bagi tubuh dalam jahe merah.

Apa saja senyawa alami tersebut dan apa manfaatnya bagi tubuh jika dikonsumsi secara teratur?

Disini akan diulas lebih detail senyawa penting lainnya yang dijumpai pada rimpang jahe, karena tak ada sesuatupun diciptakan di dunia ini, kecuali memiliki manfaat untuk kehidupan makhluk hidup.

Minyak Atsiri

  Senyawa alami ini umumnya berwarna kuning sedikit kental. Minyak atsiri ini yang berperan memberi aroma yang khas pada jahe merah. Secara tradisional digunakan untuk obat sakit kepala,gangguan pada saluran pencernaan, stimulansia, diuretic, rematik, dan mabuk perjalanan. Kandungan minyak atsiri jahe merah sekitar 2,5 – 2,7%. Besarnya kandungan minyak atsiri dipengaruhi oleh umur tanaman, semakin tua umur jahe merah, semakin tinggi kandungan minyaknya. Minyak atsiri ini sendiri mengandung unsur – unsur alami lain  seperti :

Oleoresin

    Senyawa ini memberi rasa pahit pada jahe, bermanfaat sebagai zat aktif untuk mengobati batuk, penurun panas dan analgetik.

Zingiberal dan zingiberen

   Sensasi pedas jahe merah disebabkan karena adanya kedua senyawa ini. Manfaat dari senyawa ini bermanfaat untuk anti oksidan, menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas. Selain itu juga untuk melawan penyakit kanker dan jantung.

Phenol

  Bermanfaat untuk anti radang, meredakan radang tenggorokan dan menghilangkan penyakit nyeri sendi.

Gingerol

   Senyawa ini paling banyak terkandung pada jahe merah dan memiliki manfaat yang banyak. Juga menyumbang rasa pedas pada jahe merah. Berfungsi untuk daya tahan tubuh, karena fungsi utama dari senyawa gingerol itu sendiri sebagai desinfektan yang menghambat pertumbuhan kuman dan membunuhnya. Juga berperan dalam mengobati mual dan muntah. Senyawa ini bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah penyebab utama stroke dan serangan jantung.

Shogaol

    Berfungsi sebagai pencegahan timbulnya kanker. Shogaol memiliki antioksidan di atas vitamin E.

   Dan masih banyak lagi unsur – unsur yang terkandung dalam jahe merah yang bermanfaat untuk menghangakan badan, penambah nafsu makan, memperkuat lambung, menurunkan keasaman lambung. Selain itu senyawa alami yang terkandung dalam jahe merah sebagian juga digunakan sebagai bahan campuran obat luar untuk mengobati gatal – gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak dan memar.

Thursday, 7 May 2015

Sekilas Tentang Jahe Merah

Tanaman Jahe Merah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Jahe merah adalah tumbuhan semak berbatang semu, berdaun tunggal berwarna hijau tua, tumbuh tegak dengan ketinggian batang 40-100 cm, dan memiliki simpanan makanan berupa umbi batang dan rimpang berwarna merah. Rimpang adalah tunas yang tumbuh bercabang-cabang, mengelembung dan beruas. Rimpang ini tumbuh mendatar di dalam tanah. Rimpang inilah bagian tanaman yang sebagian besar dimanfaatkan pada tumbuhan jahe merah. Rimpang ini memiliki serat yang kasar, aroma khas dan rasa yang pedas khas jahe.


Tanaman Jahe Merah
Tanaman herbal jahe merah merupakan tumbuhan yang bisa tumbuh dengan baik di daerah tropis, seperti Indonesia. Jahe merah tumbuh subur pada tanah yang gembur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. Jahe merah tidak bisa tumbuh dengan baik pada tanah rawa, tanah liat, pasir, dan tanah yang memiliki kandungan air berlebih. Tanaman ini  umumnya dibudidayakan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan media karung atau polybag dan dibudidayakan pada lahan kebun atau tegalan. Tentu saja dua cara tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan, selengkapnya bisa anda baca disini, mengenai kelemahan dan kelebihan menggunakan media tanam yang berbeda.

Pemanfaatan jahe merah sendiri sebagian besar digunakan dalam bidang medis untuk pengobatan, berdasarkan penelitian jahe merah mengandung lebih banyak zat-zat yang terkandung didalamnya dibanding dengan jenis jahe lainnya. Zat-zat yang terkandung dalam jahe merah antara lain atsiri, zingiberen, zingerol dan resin yang berguna memberi rasa hangat pada tubuh. Selain itu masih banyak zat-zat yang terkandung pada jahe merah, yang akan dibahas lebih lanjut dalam blog ini. Inilah yang menjadi alasan jahe merah sangat banyak dibutuhkan para produsen sebagai bahan pembuatan minuman,obat-obatan, dan produk lainnya.

Jahe merah menjadi komoditas export Indonesia dibidang pertanian. Sehingga permintaan akan tanaman herbal ini cukup luas. Dengan cara bercocok tanam secara tepat dan benar tanaman ini bisa dijadikan penghasilan, melihat kebutuhan akan jahe merah cukup besar dan masih sedikitnya petani jahe merah di Indonesia menjadikan harga pasaran jahe merah ini cukup tinggi. Memanfaatkan kebun atau tegal disekitar kita atau dengan mengunakan media polybag jika memiliki lahan yang tidak cukup luas adalah langkah memaksimalkan lahan yang kosong. Bagaimana cara bercocok tanam yang benar dan tepat agar menghasilkan jahe merah yang berkualitas dan hasil panan yang memuaskan, selengkapnya bisa anda pelajari di blog ini.

Blog ini adalah panduan anda untuk memulai usaha budidaya Jahe Merah. Kami siap untuk membantu mitra agribisnis anda. Pertanyaan sangat terbuka untuk anda. Anda Bertanya Kami Jawabannya.

Kami juga menyediakan bibit super jahe merah, larutan penunjang jahe merah untuk mengantar anda “sukses” budidaya jahe merah.


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.

Tanaman Jahe Dan Jenis Jenis Jahe

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

   Apa itu Tanaman Jahe?

    Sebagai pendahuluan disini akan dijelaskan mengenai tanaman jahe dan jenis jahe itu sendiri. Di Indonesia sendiri untuk saat ini memiliki 3 jenis jahe.

    Jahe ( Zingiber Officinale) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” dan Yunani “Zingiberi” yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa.  "Officinale" merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan. Ya, memang sebagian besar jahe dimanfaatkan untuk bahan obat. Tanaman Jahe memiliki ciri-ciri daun tunggal berwarna hijau tua, tumbuh tegak dan memiliki rimpang yang beruas-ruas,menggembung dan bercabang-cabang

    Di Indonesia sendiri tanaman jahe adalah tanaman tradisional yang dimanfaatkan untuk bahan minuman, bumbu-bumbu masak dan campuran obat-obatan tradisional.
Karena manfaat dan khasiat dari jahe itu sendiri bagi tubuh dan kandungan zat-zat pada jahe yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti resin, minyak atsiri,gliserol,gingerol,enzim protease dan enzim lipase.

Ada 3 jenis jahe yang tumbuh di Indonesia. Ketiga jenis jahe ini dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya.

1. Jahe putih / kuning besar


Jahe ini lebih familiar dengan jahe gajah, karena memiliki rimpang yang besar dan menggembung dari jenis jahe yang lain. Jenis jahe ini memiliki rasa yang tidak terlalu pedas, memiliki daging rimpang yang berwarna putih ada juga yang berwarna kuning. Jenis Jahe ini bisa dipanen baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.










2. Jahe putih / kuning kecil

Jenis jahe ini yang kebanyakan digunakan untuk bahan obat, dan bumbu masakan karena memiliki kandungan minyak atsiri dan zat-zat lainya sebagai penghangat tubuh. penambah nafsu makan dan penguat rasa pada masakan. Memiliki rimpang yang lebih kecil, lebih berserat dan memiliki rasa yang pedas. Jahe jenis ini sering disebut juga dengan jahe emprit, karena struktur rimpangnya yang kecil.











3. Jahe Merah

Jahe merah ini berbeda dari jahe biasa yang digunakan sebagai rempah-rempah, memiliki warna kulit rimpang yang berwarna merah, kandungan minyak atsiri dan zat gingerol yang lebih banyak dari kedua jenis jahe lainnya. Jahe merah memiliki rasa pedas yang lebih kuat dibanding jahe putih kecil. Jahe jenis ini yang akan kami bahas lebih detail pada blog ini.